Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Editorial » Marco Reus… Semoga Kau Tabah

Marco Reus… Semoga Kau Tabah

(687 Views) Juni 28, 2016 3:59 am | Published by | No comment

Marco Reus and Friend
Champions.id, Malang – Sebelumnya, saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Marco Reus (31 Mei 1989). Semoga kau sehat selalu dan… lebih beruntung.

Jika ingin tahu apa hadiah ulang tahun yang paling tidak mengenakkan, maka tanyakanlah pada Marco Reus. Ia tahu jawabannya.

Marco Reus baru saja menjalani tahun yang paling tidak mengenakkan dalam hidupnya.

Bagaimana tidak? Dalam jangka waktu dua bulan, ia sudah menerima sekurang-kurangnya empat kabar buruk. Malang betul nasib pemuda asli Dortmund ini.

Sebenarnya, Reus tampil cukup apik musim ini. Dari 43 laga bersama Dortmund, total ia melesakkan 23 gol. Cukup tajam untuk ukuran seorang penyerang sayap (ps: jangan bandingkan Reus dengan penyerang sayap semacam Ronaldo atau Messi).

Di musim ini pula, ia tidak terlalu sering dibekap cedera seperti pada musim-musim sebelumnya.

Borussia Dortmund, tim yang ia bela, berhasil dibawa kembali ke habitat aslinya: pesaing utama Bayern Munchen. Ia bersama Dortmund tampil luar biasa. Terutama di awal musim, di mana mereka mencatatkan lima kemenangan beruntun.

Marco Reus

Jumlah gol mereka musim ini pun melebihi jumlah gol Bayern Munchen. Meskipun pada akhirnya tetaplah Bayern Munchen yang menjadi juara.

Salah satu performa Reus musim lalu yang patut diingat adalah ketika menghadapi Tottenham Hotspurs dalam laga yang dimenangi Dortmund dengan skor 3-0.

Dalam laga tersebut, Reus menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol. Reus mencetak gol pada menit ke-61. Gol tersebut berawal dari tendangan sudut. Neven Subotic menyundul bola ke tiang jauh untuk diselesaikan Marco Reus dengan tendangan dari jarak dekat.

Gol kedua lahir sembilan menit berselang. Reus kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membuat Dormund unggul 3-0. Di awali kerjasama Aubameyang dan Castro yang kemudian memberikan operan kepada Reus di depan gawang.

Di ajang Europa League tersebut, Reus berhasil membawa Dortmund ke perempat final sebelum akhirnya disingkirkan Liverpool. Sementara di ajang lain, yakni DFB Pokal, Dortmund berhasil ia hantarkan ke babak final.

Reus memang tampil apik sepanjang musim. Namun, penampilan apiknya tersebut seolah tiada arti ketika begitu banyak kesialan menimpa dirinya di akhir musim ini.

Selain Dortmund yang gagal ia bawa menjadi juara, musim depan Reus dipastikan akan kehilangan salah satu rekan terbaiknya di Dortmund: Matt Hummels.

Seperti diketahui, musim depan Hummels akan meninggalkan Dortmund untuk hijrah ke Bayern Munchen.

Ini amat menyedihkan. Pasalnya, musim-musim sebelumnya Reus sudah ditinggalkan dua pemain lain ke Bayern Munchen, yakni Mario Gotze dan Robert Lewandowski.

Saya sempat melihat sebuah meme yang menggambarkan persahabatan Reus, Hummels, Lewandowki, dan Gotze yang pada akhirnya berpisah. Gambar itu begitu menyentuh sisi kemanusiaan saya. Sungguh!

Ketidakberuntungan lain terjadi ketika pengumuman skuad Jerman yang akan dipanggil ke Perancis di Euro 2016. Reus tidak dimasukkan oleh Joachim Loew ke daftar pemain tim nasional Jerman.

Parahnya lagi, pengumuman itu dilakukan pada 31 Mei lalu. Hari ulang tahun Reus!

Jangan sebut Joachim Loew tidak manusiawi, karena pencoretan ini ia lakukan bukan tanpa alasan.

“Bersama Marco Reus, situasinya adalah, dokter tidak bisa memberikan saya perkiraan yang pasti. Marco memiliki masalah kesehatan serius. Untuk saat ini, ia hanya bisa berlari lurus,” terang Loew.

“Dokter juga tidak terlalu yakin bahwa ia akan segera fit dalam beberapa pekan mendatang dengan pertandingan yang sangat intens. Oleh karena itu, ini adalah keputusan pahit untuk kami dan juga bagi dirinya, serta semua orang. Ia akan menjadi salah satu aset besar untuk kami,” lanjut pelatih tim nasional Jerman ini.

Sementara itu, Benedikt Howedes coba memberikan simpatinya kepada Reus. “Dia tentu saja sangat kecewa. Ini membuatnya sangat terluka. Ini adalah keputusan sulit bagi dirinya dan juga rekan setim. Saya harap Marco bisa mengubah kesedihan ini menjadi energi yang positif,” ungkap bek Schalke ini.

Apa yang dialami Reus tersebut merupakan hal yang tak asing baginya. Pada 2014, ia juga tak disertakan Loew ke tim yang akan dibawa ke Piala Dunia Brasil. Penyebabnya sama: cedera serius.

“Saya benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menemukan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan saya sekarang. Sebuah mimpi telah hancur. Namun, saya harus melihat ke depan dan menjalani rehabilitasi seprofesional mungkin karena segalanya harus terus berjalan,” kata pemain sayap ini pada 2014 lalu.

Ketidakberuntungan Reus tak hanya itu saja. Pada 2 Juni 2016, rekan Reus lainnya yakni Gundogan resmi meninggalkan Dortmund untuk bergabung bersama Guardiola di Manchester City.

Singkatnya, Marco Reus di musim ini: tampil apik bersama Dortmund, cedera, tidak dipanggil tim nasional, dan ditinggalkan beberapa rekan.

Saya bilang kepada teman saya, lengkap sudah penderitaan pemain ini.

Mengingat musim depan masih cukup lama dan mungkin akan ada kepindahan-kepindahan lain yang terjadi (mungkin kepindahan Aubameyang atau Mkhitaryan), mari kita lihat seberapa kuat Reus mampu menahan semua ketidakberuntungan ini.

This post was written by Angga Septiawan Putra
About

M. Angga Septiawan Putra, mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad pencinta Bayern Munchen. Beredar di dunia virtual dengan akun @sptwn_