Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Editorial » Memandang Andreas Christensen sebagai Suksesor Ideal John Terry

Memandang Andreas Christensen sebagai Suksesor Ideal John Terry

(1598 Views) September 20, 2016 9:25 am | Published by | No comment

Champions.id, Malang – Tiga puluh Juni 2017 adalah akhir dari masa bakti John George Terry di Chelsea. Bek tengah sekaligus kapten The Blues ini menghabiskan 19 tahun karirnya di klub asal London ini. Kontrak pemain yang akrab dipanggil JT sepertinya tidak akan diperpanjang oleh Roman Abramovic. Faktor usia nampaknya adalah alasan Chelsea tidak memperpanjang kontraknya.

Lalu, siapa yang bakal menggantikan posisinya di Chelsea?

John Terry dan Christensen

Di tim utama Chelsea saat ini selain Terry, bek tengah yang bisa diandalkan hanya Gary Cahill, David Luiz dan Kurt Zouma. Nama terakhir bahkan harus mengisi kamar perawatan karena cedera anterior ligamen. Praktis sampai dengan awal musim ini, tidak akan ada nama Zouma di daftar line-up The Blues.

Krisis bek tengah Chelsea semakin parah karena Terry cedera Malleolar. Rekrutan ‘baru tapi lama’. David Luiz, nampaknya masih butuh waktu untuk nyetel dengan filosofi bermain ala Antonio Conte dan para pemain lain.

Kebutuhan sosok bek tengah menjadi penting saat ini bagi Chelsea. Hal ini wajar karena pemilihan formasi 3 bek a la Conte. Kesuksesan formasi 3 bek saat Conte membesut Juventus dan Timnas Italia coba diaplikasikan pelatih kelahiran Lecce ini di Chelsea.

Filosofi Conte memakai 3 bek ini sepertinya ‘warisan’ dari gaya main timnya dahulu, Juventus di era 90-an. Saat itu, Marcelo Lippi memasang Conte di depan trio Ciro Ferrra, Paolo Montero dan Mark Iuliano. Tiga pemain ini punya tugas yang berbeda. Ferrara dan Iuliano berada di sebelah kanan dan kiri Montero.

Ketika menjadi allenatore Juve dan Azzuri, peran ini dijalankan dengan baik oleh Leonardo Bonucci. Tak heran, Conte ngebet mendatangkan bek berusia 28 tahun ini ke Stamford Bridge. Tapi usaha ini mendapat saingan dari raksasa baru Liga Primer, Manchester City. Selain itu, Juve juga belum memberi lampu hijau untuk transfer Bonucci ini.

Visi membaca alur serangan dan akurasi umpan yang bagus membuat Montero dan Bonucci ditempatkan di sentral barisan belakang. Saat ini, Conte mencoba menduplikasi peran tersebut dan David Luiz dipercaya mengemban misi tersebut.

Dalam empat pertadingan terakhir di Premier League, masing-masing kala menghadapi Hull, Leicester, Man United dan Southampton, Conte selalu memakai formasi 3 bek. Hasilnya? Gawang Thibaut Courtois clean sheet di empat laga tersebut. Apakah permasalahan Chelsea tidak ada?

Jawabannya, tidak. Pada 16 Besar EFL Cup 27 Oktober lalu, Conte juga memakai formasi 3-4-3. Hasilnya? Chelsea kalah 1-2. Salah satu faktor penyebabnya adalah buruknya performa John Terry. Usia yang mulai senja tentunya mempengaruhi faktor kecepatan di lapangan.

Pertanyaan muncul dari sini. Apakah sudah waktunya Chelsea mencari bek baru? Lalu, apakah memang Chelsea harus mengambil pemain dari klub lain? Tidak adakah pemain Chelsea lainnya yang layak menggantikan John Terry?

Jika pertanyaan ini diajukan kepada pendukung The Blues, akan muncul satu nama dari skuad Chelsea sendiri yang layak untuk diperhatikan. Dia adalah Andreas Christensen. Pemain dari akademi Chelsea yang saat ini dipinjamkan ke Borussia Monchengladbach.

Pemuda Denmark berusia 20 tahun ini sempat mencuri perhatian fans setia Chelsea kala bermain 12 menit melawan Sunderland di match terakhir Liga Primer Inggris 2 musim lalu dan 90 menit kala melawan Shrewsbury Town di ajang Capital One atau Piala Liga Inggris.

Christensen vs Shrewsbury Town

Kinerja apik Christensen saat itu mengigatkan para fans Chelsea tentang sosok Tomas Kalas yang juga bermain bagus saat melawan Liverpool pada 2014 silam.

Christensen mempunyai statistik yang cukup mentereng sejak “disekolahkan” di Monchengladbach. Dia adalah bek tengah paten klub yang diarsiteki oleh Andre Schubert ini. Seperti dikutip dari Squawka, musim ini Christensen telah tampil dalam 3 pertandingan.

Andreas Cristensen vs Juventus

Akurasi umpannya mencapai 92%, memenangi duel udara rata-rata 55% dan melakukan rata-rata 6 defensive action. Satu lagi catatan istimewanya, Christensen tidak pernah melakukan defensive errors. Itu artinya, pemain bernomor punggung 3 ini tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan di barisan pertahanan Monchengladbach.

Menurut Transfermarkt, nilai Christensen saat ini berada di kisaran EUR 13 juta. Angka ini akan terus meningkat karena usianya yang masih belia dan seiring performanya yang terus berkembang.

Jadi buat petinggi Chelsea, rasanya tidak perlu galau untuk mencari pengganti sosok JT. Andreas Christensen adalah jawabannya. Usia muda, postur proporsional, performa menjanjikan dan satu lagi, hasil didikan akademi Chelsea.

Masih berpikir cari yang lain Chelsea?

This post was written by Chandra Kusuma
About

Mantan bakal calon pemain tarkam yang sedang belajar menulis seputar sepakbola, khususnya Serie-A, English Premiere League dan ISC. Pecinta Liga Italia dan jadi Juventini sejak Juve raih scudetto ke 23. Bisa ditemui di @artakusuma23